Dasar Berlatih Renang

Sabtu, 20 Oktober 2012

0 komentar
Olahraga renang memang banyak manfaatnya terutama bagi perkembangan tubuh. Mulai dari balita hingga dewasa banyak menyukai jenis olahraga yang satu ini hingga menjadi hobi. Namun jangan kecil hati bagi Anda yang belum bisa menguasai renang. Anda bisa dengan mudah belajar teknik renang yang baik dan tentu dengan ketekunan.

Beberapa langkah berikut bisa Anda praktekan sebagai dasar berlatih renang.

  1. Mulailah dengan kolam yang dangkal. Jangan memilih kolam yang terlalu melebihi tinggi badan Anda, sebagai awal, gunakan saja kolam yang dangkal.
  2. Jangan pernah membuka mulut saat di dalam air.
  3. Latihlah pernafasan terlebih dahulu. Anda bisa melatih nafas Anda dengan beberapa saat tidak bernafas dalam air, hal ini tentu bisa dikira-kira.
  4. Selanjutnya belajar mengapung. Saat belajar mengapung, usahakan badan terapung dalam air dengan menggoyangkan kaki dengan perlahan, dan kaki tidak menyentuh lantai dasar kolam. Konsentrasi, naikan kepala agar tidak masuk dalam air. Fokuskan latihan pada poin ini.
  5. Setelah Anda berhasil mengapung, jangan ragu untuk mencoba renang dari pojok kolam hingga sisi lainnya. Jari tangan harus menutup, dan kibaskan kaki pelan-pelan. Ulangi terus hingga berhasil.
  6. Bila semua langkah diatas sudah Anda kuasai, Sekarang cobalah untuk memiringkan kepala menengok ke arah kanan ketika tangan kanan naik dan praktekan untuk arah kiri juga. Anda akan mendapatkan mulut diatas air, ini adalah sedikit waktu untuk bernafas. Bernafaslah dengan mulut, bukan hidung.
Pengenalan Air

Sebagian besar anak-anak, bahkan orang dewasa yang belum pernah masuk ke dalam kolam renang biasanya akan menjadi takut/cemas ketika akan masuk ke dalamnya, lebih-lebih bila pernah mengalami trauma dengan air.

Untuk itu sebaiknya, mereka masuk ke kolam yang dangkal terlebih dahulu. Setelah terbiasa dan keberaniannya mulai muncul, bisa mulai diajak ke kolam renang yg sedikit agak lebih dalam (Perlu diperhatikan!!! Sebaiknya dia masih tetap bisa menginjakkan kakinya ke lantai kolam renang tanpa tenggelam, kecuali selalu didampingi oleh Anda atau pelatihnya).

Tahap selanjutnya :

Ajarkan cara membuang nafas di air, dengan cara:

  • Suruh dia menghirup nafas dalam-dalam
  • Kemudian suruh dia memasukkan kepala ke dalam air
  • Kemudian tiupkan nafas melalui hidung ketika kepala masih di dalam air
  • Setelah itu naikkan kepala ke atas air sambil membuka mulut untuk mengambil nafas
  • Lakukan hal di atas berulang-ulang sampai dia terbiasa dan tidak takut memasukkan kepala ke dalam air

Suruh melompat dari pinggir kolam ke dalam kolam renang

Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi rasa takut dengan air. Dan bisa lebih enjoy dan menikmati bermain-main dengan air.

Belajar mengapungkan badan di atas permukaan air

  • Bila sudah tidak takut dengan air (berani memasukkan kepala ke dalam air cukup lama), maka Anda bisa memintanya untuk secara pelan-pelan mengapungkan tubuhnya di atas permukaan air. Dengan posisi, wajah dan pandangan mata menghadap ke lantai kolam renang sambil menahan nafas (dilakukan dengan rileks)

Belajar meluncur di atas permukaan air

Setelah bisa mengapungkan badan di atas permukaan air, sekarang kita ke tahap berikutnya belajar meluncur, dengan cara:

  • pada posisi tubuh mengapung di atas permukaan air, kemudian gerakkan kaki naik turun seperti orang yang sedang berjalan (tapi antara paha dan kaki tetap lurus, dengkul tidak boleh ditekuk)

Catatan

Untuk belajar mengapung ini, awalnya bisa dibantu oleh temannya untuk memegangi tangannya, ketika dia berusaha mengapungkan badannya dengan santai di atas permukaan air dan sewaktu mau berdiri kembali.
Untuk belajar mengapung dan meluncur ini, yang paling utama adalah menghilangkan rasa takut dengan air dulu ..lihat langkah-langkah di atas. Lakukan dengan santai saja pasti berhasil.
»»  READMORE...

Teknik Dasar Bulutangkis

Jumat, 19 Oktober 2012

0 komentar
Bulu tangkis dikenal sebagai olah raga yang banyak menggunakan pergelangan tangan. Oleh karena itu, benar atau tidaknya cara memegang raket akan sangat menentukan kualitas pukulan seseorang

berikut ini adalah cara bermain bulu tangkis:

Cara memegang raket

Cara memegang raket yang benar adalah raket harus dipegang dengan menggunakan jari-jari tangan (ruas jari tangan) dengan luwes, rileks, namun tetap bertenaga pada saat memukul kok. Ada 2 cara memegang raket, yaitu cara forehand dan cara backhand


Memukul Kok

Agar bisa bermain bulu tangkis kita harus bisa memukul kok baik dari atas maupun dari bawah. jenis pukulan kok yang harus dikuasai adalah servis, lob, dropshot, smash, netting, underhand, dan drive. Semua jenis pukulan tersebut harus dilakukan dengan menggunakan grip dan footwork.


  1. Lob / Overhead clear bola yang dipukul dari atas kepala. Posisinya biasanya dari belakang lapangan dan diarahkan ke atas pada bagian belakang lapangan.
  2. Dropshot/pukulan potong merupakan pukulan yang dilakukan seperti smash. Perbedaannya, kok dipukul dengan dorongan dan sentuhan yang halus. dropshot yang baik adalah apabila jatuhnya kok dekat bet dan tidak melewati garis ganda.
  3. Smash adalah pukulan overhead atau atas yang diarahkan ke bawah dan dilakukan dengan tenaga penuh. Pukulan ini merupakan pukulan menyerang
  4. Netting adalah pukulan yang dilakukan dekat net dan sangat halus. Pukulan netting yang baik adalah apabila kok dipukul halus dan melintir tipis dekat sekali dengan net.
  5. Underhand merupakan pukulan dari bawah. Siku harus dalam keadaan bengkok dan pertahankan sikap tubuh tegak sehingga lutut kanan dalam keadaan tertekuk. Pada saat memukul kok, gunakan tenaga kekuatan siku dan pergelangan tangan.


Hitting Position

Hitting position adalah posisi memukul kok atau sering disebut preparation. Posisi persiapan ini sangat penting dilakukan dengan baik dalam upaya menghasilkan pukulan yang berkualitas


Tehnik Pengembalian Kok

Tehnik pengembalian kok sangat penting dikuasai dengan benar. Arahkan kok ke daerah sisi kanan dan kiri lapangan lawan atau ke sudut depan atau belakang lapangan lawan. Prinsipnya penempatan kok yang tepat. Lawan akan bergerak untuk memukul kok itu sehingga lawan terpaksa meninggalkan posisi strategisnya si titik tengah lapangan
»»  READMORE...

Teknik Renang Gaya Punggung

Rabu, 17 Oktober 2012

0 komentar
Teknik Renang Gaya Punggung
Start Renang Gaya Punggung

Sewaktu berenang gaya punggung, orang berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Posisi wajah berada di atas air sehingga orang mudah mengambil napas. Namun perenang hanya dapat melihat atas dan tidak bisa melihat ke depan. Sewaktu berlomba, perenang memperkirakan dinding tepi kolam dengan menghitung jumlah gerakan.Dalam gaya punggung, gerakan lengan dan kaki serupa dengan gaya bebas, namun dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung. Sewaktu berlomba, berbeda dari sikap start perenang gaya bebas, gaya dada, dan gaya kupu-kupu yang semuanya dilakukan di atas balok start, perenang gaya punggung melakukan start dari dalam kolam. Perenang menghadap ke dinding kolam dengan kedua belah tangan memegang besi pegangan. Kedua lutut ditekuk di antara kedua belah lengan, sementara kedua belah telapak kaki bertumpu didinding kolam.

Sejarah Renang Gaya Punggung

Gaya punggung adalah gaya berenang yang sudah dikenal sejak zaman kuno. Pertama kali diperlombakan di Olimpiade Paris 1900, gaya punggung merupakan gaya renang tertua yang diperlombakan setelah gaya bebas. Pada tahun 1900, gaya punggung dimasukkan sebagai nomor baru renang Olimpiade. Persatuan renang dunia, Federation Internationale de Natation (FINA) dibentuk pada 1908.

Teknik Renang Gaya Punggung


Hal yang perlu diperhatikan:

  1. Posisi badan
  2. Gerakan kaki
  3. Gerakan lengan
  4. Pernapasan
  5. Gerakan keseluruhan
  6. Posisi badan.

Kepala
  1. Setengah bagian kepala masuk dalam air
  2. Permukaan air pada kedua daun telingga
  3. Pandangan kearah atas

Badan
  1. Menekan pantat ke arah atas sehingga badan merupakan garis lurus

Kaki
  1. Kedua kaki lurus sampai dengan telapak kaki, tepat dibawah permukaan air
  2. Gerakan kaki
  3. Dimulai dari pangkal paha dan diperluas pada persendian lutut
  4. Naik turun secara vertikal bergantian antara kaki kiri dan kanan
  5. Amplitudo gerakan kaki 30 – 40 cm
  6. Gerakan kaki ke bawah dilakukan dengan lurus dan rilex, gerakan kaki keatas dilakukan dengab gerakan  paha terlebih dahulu sehingga terjadi bengkokan pada lutut baru dilakukan pukulan kaki ke atas dengan keras sepert menendang bola dengan punggung kaki secara efek ke dalam
  7. Gerakan telapak kaki saat ke atas, telapak kaki akan bergerak tertekuk (dorso flexi) dan saat bergerak ke bawah gerakannya (plantar flexi)

Kesalahan yang sering terjadi


  1. Lutut keluar dari permukaan air
  2. Gerakan kaki tidak menghasilkan buih

Gerakan lengan

  • Gerakan Rekaveri
  1. Dimulai dari lengan keluar dari permukaan air sampai lengan masuk permukaan air
  2. Gerakan dilakukan secara rilex

  • Gerakan Mendayung
  1. Gerak menarik
  2. Tarikan lengan kearah samping bawah
  3. Gerak dari pelan kearah cepat
  4. Telapak tangan menghadap kearah gerakan

  • Gerakan Dayungan
  1. Dayungan dilakukan oleh lengan bawah & telapak tangan
  2. Telapak tangan bergerak memutar keatas & kebawah dalam mendorong air

Perlombaan Renang Gaya Punggung

  1. Daftar perlombaan
  2. Olimpiade Musim Panas (kecuali athena 1896)
  3. Kejuaraan Akuatik Dunia FINA
  4. Olimpiade Remaja
  5. Paralimpiade Musim Panas

»»  READMORE...

Renang Gaya Kupu-Kupu (Butterfly Stroke)

0 komentar
Renang Gaya Kupu-Kupu (Butterfly Stroke)
Merupakan gaya yang paling sukar dan membutuhkan waktu untuk dipelajari.


  • Gerakan Kaki
  1. Posisi awal, kaki dan paha dengan posisi lurus. Dengkul tidak boleh ditekuk. Juga kedua telapak kaki dalam posisi agak berdekatan (agak rapat) satu sama lainnya.
  2. Kemudian gerakkan kedua kaki secara bersamaan sedikit ke atas permukaan air
  3. Kemudian jatuhkan ke dua kaki secara bersamaan ke bawah, sehingga memunculkan dorongan ke depan. Dan pinggul akan terdorong dan naik ke depan.
  4. Ulangi langkah b – c di atas

Perhatikan:
  1. Selama melakukan gerakan ini, kaki dan paha harus selalu dengan posisi lurus. Dengkul tidak boleh ditekuk.
  2. Kedua telapak kaki dalam posisi agak berdekatan (agak rapat) satu sama lainnya.
  3. Juga pinggul/pantat agak bergerak ke atas, sehingga akan memberikan gaya dorong ke depan yang lebih besar. Jadi kekuatan sebenarnya adalah di gerakan pinggul, bukan di kaki
  • Gerakan Tangan
  1. Posisi awal, kedua tangan lurus di atas kepala (kedua telapak tangan berdekatan, tapi tidak perlu menempel satu dengan yang lainnya)
  2. Kemudian tarik kedua tangan ke bawah secara bersamaan. Terus tarik sampai ke belakang.
  3. Kemudian angkat kedua tangan secara bersamaan keluar dari permukaan air dan ayunkan kembali depan
  4. Ulangi langkah a – c di atas

Perhatikan:
  1. Ketika menjatuhkan tangan ke air, maka seolah-olah ibu jari menyentuh permukaan air lebih dulu (telapak tangan agak menghadap ke luar)
  2. Gerakan kombinasi tangan, kaki & mengambil nafas
  3. Gerakkan kaki seperti pada point 1 di atas. Kemudian gerakkan kedua tangan ke bawah secara bersamaan. Pada waktu gerakan tangan ke bawah inilah saat kita sedikit menaikkan kepala ke atas untuk mengambil nafas.
  4. Gerakan kaki dan tangan dilakukan bergantian.
Tips :

  1. Awalnya mungkin Anda hanya kuat 1/2 lebar kolam ..teruskan berlatih. Jangan khawatir karena memang gaya ini yang paling berat. Semakin sering Anda berlatih, maka Anda akan semakin bisa
  2. Bila dirasa terlalu berat, Anda bisa memulai belajar dengan melakukan 2 set gerakan kaki, baru kemudian diikuti 1 set gerakan tangan.
  3. Setelah cukup lancar, maka mulai perbaikilah gaya ini dengan memperbaiki start awal gaya kupu. Kepala ditekuk agak ke bawah (dagu agak menempel ke dada) dan gerakkan pinggul lebih dulu, sehingga kaki terangkat dan lecutkan/tendangkan kaki dengan posisi lurus sejauh mungkin ke belakang. Gerakan kaki jangan dilakukan dilakukan secara berlebihan. Setelah itu baru gerakkan tangan.
  4. Berikutnya, gerakan kaki selalu dimulai dari pinggul. Untuk membantu gerakan pinggul agak naik ke atas, kepala bisa ditekuk ke bawah (dagu agak ditempelkan ke dada).
  5. Posisikan tubuh selalu di permukaan air, jangan terlalu dalam.
  6. Agar lebih cepat dan gerakan lebih stabil, lakukan 2 - 3 set gerakan kaki dan tangan baru kemudian menaikkan kepala untuk mengambil nafas.
  7. Kesempatan kepala untuk naik ke atas permukaan air sangatlah sedikit dan sebentar (tidak seperti gaya dada), karena itu manfaatkanlah sebaik mungkin.
  8. Ketika kepala sedang tidak ke atas permukaan air untuk bernafas, pastikan posisi dagu agak menempel ke dada. Ini akan menambah daya luncur gaya kupu menjadi lebih kuat.
  9. Seringkali sewaktu tangan berada di dalam air, gerakan tangan membentuk seperti huruf S. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan dorongan yang lebih kuat ke depan. Tetapi ada juga pelatih yang mengajarkan gerakan tangan biasa saja, sehingga gerakan tangan bisa lebih cepat dan kuantitas gerakan tangannya lebih banyak. Ini terserah Anda!
»»  READMORE...

Teknik Renang Gaya Dada

0 komentar
Teknik Renang Gaya Dada
Gerakan Kaki
  1. Tekukkan dengkul kaki kedalam
  2. Kemudian pantulkan (tendang lurus dengan posisi kedua kaki renggang/ terbuka)
  3. Kaki tetap lurus, kemudian rapatkan (pastikan telapak kaki kiri dan kanan agak bersentuhan)
  4. Ulangi langkah di atas dengan urutan tekuk, tendang, rapatkan, tekuk, tendang, rapatkan.

Gerakan Tangan
  1. Tempelkan kedua telapak tangan(seperti hendak bersalaman) dan luruskan di atas kepala
  2. Kemudian tarik tangan ke samping kanan dan kiri, tetapi tidak perlu terlalu ke samping (cukup tarik ke samping selebar bahu dan selebihnya tarik ke bawah
  3. Luruskan tangan kembali.
  4. Dan ulangi dengan urutan luruskan tangan di atas kepala, gerakkan tangan ke samping kiri dan kanan,

Gerakan Kombinasi + Mengambil Nafas

Lakukan gerakan tangan dan kaki secara bergantian.

Untuk mengambil nafas lakukan saat gerakan tangan ke samping kiri dan kanan, lalu dongakkan kepala keatas sambil mengambil nafas

Tips berenang gaya dada :

Mulailah belajar dengan berpegangan pada pinggir kolam terlebih dahulu, sambil gerakkan kaki seperti di atas. Terus ulangi gerakan kaki, sampai benar-benar lancar.

Lalu lanjutkan dengan menyeberangi kolam, tetap dengan gerakan kaki seperti teknik diatas. Untuk dapat menyeberangi kolam, Anda dapat berpegang pada tangan teman atau menggunakan ban pelampung.  Untuk anak-anak, orang tua / pelatih renang dapat membantu memegang tangan.

Saat melakukan gerakan kaki, kaki justru seringkali tidak mengapung di atas permukaan air (kaki terlalu ke bawah) hal ini disebabkan karena kepala tidak masuk ke dalam air. Maka,  saat berlatih kaki ini lebih baik untuk sekaligus dibarengi dengan  berlatih gerakan kepala untuk mengambil nafas nantinya. Latihan dapat dilakukan dengan cara memasukkan kepala ke dalam air selama melakukan gerakan kaki dan menaikkan kepala hanya bila hendak mengambil nafas.

Jika Anda sudah lancar melakukan gerakan kaki sambil berlatih mengambil nafas, maka mulailah berlatih mengapungkan badan (seperti posisi meluncur) lebih ke tengah kolam. Lalu lakukan gerakan kaki  sesuai dengan teknik gaya dada seperti di atas sampai ke pinggir kolam. Lakukan berulang kali sampai benar-benar lancar

Setelah menguasai gerakan kaki, saatnya Anda  mulai belajar menggerakkan tangan. Lakukan tahapan dengan 2 atau 3 kali gerakan kaki, kemudian baru gerakkan tangan sesuai dengan teknik di atas. Kombinasikan gerakan tangan dan kaki, seterusnya sampai benar-benar lancar.

Bila dirasa cukup lancar, Anda dapat memulai  belajar mengambil nafas. Lakukan dengan yakin dimulai ketika tangan bergerak ke samping, maka naikkan kepala sedikit ke atas permukaan air dan langsung ambil nafas. Dan seterusnya, sampai jarak yang Anda inginkan.

Lakukan tahapan ini dengan mengambil jarak lebih ketengah kolam, terus pelan-pelan semakin ketengah, sampai lancar melakukan gerakan kombinasi selebar kolam.

Bila gerakan sudah lancar dan jarak tempuh sudah semakin jauh, maka Anda dapat memulai menyempurnakan gerakan gaya dada Anda. gerakan kaki dan tangan bergantian yaitu 1 kali gerakan kaki, 1 kali gerakan tangan dan ambil nafas. Sebaiknya, jangkauan tangan jangan terlalu lebar, melainkan agak ke bawah (hal ini memudahkan gerakan dan akan  memberikan dorongan yang lebih kuat untuk memudahkan Anda saat mengambil nafas).
»»  READMORE...

Teknik Dasar Renang Gaya Bebas

Selasa, 16 Oktober 2012

0 komentar
Teknik Dasar Renang Gaya Bebas
  • Teknik Gerakan Kaki

Cara melakukan teknik gerakan kaki adalah sebagai berikut.

Teknik in dilakukan dengan cara kedua tangan berpegangan pada besi dipinggir kolam. Kedua kaki lurus kebelakang dan digerakkan turun naik secara bergantian dengan sumber gerakan dari pangkal paha.

  • Teknik Gerakan Tangan

Cara melakukan teknik gerakan tangan adalah sebagai berikut.

Kedua kaki dibuka lebar dan berdiri di kolam yang dangkal. Bungkukkan badan bersamaan kedua tangan lurus kedepan. Gerakan satu tangan kedalam air kearah pusar dengan siku dibengkokkan. Kemudian, tangan kebelakang hingga lurus di samping paha.

Setelah itu, tangan diangkat keatas hingga siku-siku membentuk sudut 90 derajat. Tangan dijatuhkan kedalam air dengan ibu jari masuk dulu sejajar tangan yang didepannya, dilakukan dengan tangan bergatian secara terus-menerus.

  • Teknik Pengambilan Napas

Teknik pengambilan napas adalah sebagai berikut.

Berdiri menghadap kedinding kolam dan kedua tangan berpegangan pada besi di tepi kolam. Teknik kedua lutut direndahkan hingga kepala masuk kedalam air. Putar leher kekanan kiri dan lakukan secara bergantian. Hirup udara sebanyak-banyaknya dan saat mulut di air buang napas dari mulut hingga habis.

  • Teknik Gerakan Renang Gaya Bebas

Pelaksanaan teknik gerakan renang gaya bebas adalah sebagai berikut.

Posisi tubuh streamline, yaitu sejajar dengan permukaan air dan posisi kepala normal. Kaki digerakan naik-turun secara bergantian (menggunting air) dengan sumber gerakan pangkal paha. Gerakan tangan berputar kedepan dengan gerakan menarik dan mendorong dalam air. Saat leher keluar kepermukaan air, hirup udara dari mulut dan saat kepala didalam, keluarkan napas dari mulut.
»»  READMORE...

Sejarah Renang

Senin, 15 Oktober 2012

0 komentar
Sejarah Renang
Renang telah dikenal sejah zaman pra-sejarah. Dari gambar-gambar yang berasal dari zaman batu diketahui adanya gua-gua bagi para perenang di dekat Wadi Sora sebelah barat daya Mesir. Di Jepang, renang adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh para samurai. Sejarah mencatat, pertandingan renang pertama diselenggarakan oleh Kaisar Suigui pada 36 sebelum Masehi.

Pertandingan renang yang memperebutkan gelar juara telah dimulai di Eropa sekitar tahun 1800 dan sebagian besar menggunakan gaya dada. Renang gaya bebas pertama kali dikenalkan oleh Arthur Trudgen. Gaya ini kemudian mulai dikombinasikan dengan gaya kaki yang menendang oleh Richard Cavill pada 1902. Di abad pertengahan, renang termasuk dalam tujuh kemahiran yang harus dimiliki oleh para ksatria termasuk berenang dengan membawa senjata.

Olahraga renang pertama kali dipertandingkan dalam Olimpiade modern 1896 di Athena, Yunani. Pada Olimpiade ini, hanya empat nomor yang dipertandingkan dari rencana semula enam nomor. Masing-masing adalah nomor 100 meter, 500 meter, 1.200 meter, nomor bebas, dan 100 meter bagi para pelaut. Olimpiade kedua diselenggarakan di Paris, Prancis pada 1900 dan mempertandingkan nomor 200 m, 1.000 m, 4.000 m, nomor bebas, 200 m gaya dada, dan 200 m nomor beregu.

Persatuan Renang Internasional (Federation Internationale De Natation De Amateur/FINA) dibentuk tahun 1908 semula menetapkan, gaya kupu-kupu adalah variasi gaya dada. Gaya ini baru menjadi gaya terpisah di tahun 1952. Wanita baru diperkenankan ikut pertandingan renang pada Olimpiade 1912 di Stockholm, Belanda.

Gaya bebas, yang kemudian disebut the trudgen, diperkenalkan pada tahun 1973 oleh John Arthur Trudgen, menirunya dari Orang Amerika asli. Renang menjadi bagian dari pertandingan Olympiade modern yang pertama tahun 1896 di Atena. Pada tahun 1902 the trudgen diperbaharui oleh Richard Cavill, menggunakan sentakan mengibas. Pada tahun 1908, asosiasi renang sedunia, Federasi Renang Amatir International (FINA/ Federation Internationale de Natation de Amateur) dibentuk. Gaya kupu-kupu pertama kali merupakan variasi dari gaya dada, sampai akhirnya ia diterima sebagai gaya yang terpisah pada tahun 1952.

Era Olimpiade modern setelah tahun 1896

Pertandingan Olimpiade dilangsungkan pada tahun 1896 di Athena. Kompetisi khusus kaum pria (lihat juga renang pada olimpiade musim panas 1896). Enam pertandingan telah direncanakan, namun hanya empat yang betul-betul diselenggarakan: 100 m, 500 m, dan 1200 m gaya bebas dan 100 m untuk pelaut. Medali emas pertama dimenangkan oleh Alfred Hajos dari Hungaria dengan catatan waktu 1:22.20 untuk 100 m gaya bebas.

Hajos juga memenangkan pertandingan 1200 m, dan tidak mampu memenangkannya pada 500 m, dimana dimenangkan oleh Paul Neumann dari Australia. Kompetisi renang lainnya dari 100 m untuk para pelaut termasuk tiga pelaut Yunani di Teluk Zea dekat Piraeus, dimulai dengan perahu dayung. Pemenangnya adalah Ioannis Malokinis dengan catatan waktu dua menit dan 20 detik. Perlombaan 1500 m juga diadakan.

Pada tahun 1897 Kapten Henry Sheffield membuat kaleng penyelamat atau silinder penyelamat, yang sekarang dikenal sebagai alat bantu penyelamat di Baywatch. Bagian ujungnya membuatnya meluncur lebih cepat dipermukaan air, meskipun itu dapat menyebabkan cidera. Pertandingan Olimpiade kedua dilaksanakan di Paris tahun 1900 menampilkan 200 m, 1000 m, dan 4000 m gaya bebas, 200 m gaya punggung, dan 200 m perlombaan beregu (lihat juga Renang pada Olimpiade musim panas tahun 1900).

Ada dua tambahan pertandingan renang yang tidak biasa (meskipun cukup umum pada waktu itu), hambatan pelaksanaan renang di sungai Seine (berenang bersama arus), dan perlombaan renang didalam air. 4000 m gaya apa saja dimenangkan oleh John Arthur Jarvis dengan catatan waktu dibawah satu jam, perlombangan renang Olimpiade terpanjang yang pernah diadakan. Gaya punggung juga diperkenalkan pada pertandingan Olimpiade di Paris, demikian juga halnya dengan polo air. Klub Renang Osborne dari Manchester mengalahkan team klub dari Belgia, Perancis dan Jerman dengan sangat mudah.

Gaya Trudgen dikembangkan oleh guru renang dan perenang Australia keturunan Inggris bernama Richard (Fred, Frederick) Cabill. Seperti Trudgen, dia memperhatikan penduduk asli dari kepulauan Solomon, menggunakan gaya bebas. Namun berbeda dengan Trudgen, dia melihat tendangan mengibas, dan mempelajarinya dengan seksama. Dia menggunakan sentakan mengibas yang baru ini dari pada gaya dada atau tendangan menggunting dari Trudgen.

Dia menggunakan gerakan ini pada tahun 1902 di Kejuaraan Internasional di Inggris untuk menciptakan rekor dunia yang baru dengan berenang di luar gaya yang dilakukan oleh semua perenang Trudgen pada 100 yard dengan catatan waktu 0:58.4 (beberapa sumber mengatakan bahwa itu adalah anaknya dalam catatan waktu 0:58.8). dia mengajarkan gaya ini kepada keenam anaknya, masing-masing nantinya menjadi perenang kejuaraan.

Teknik menjadi dikenal sebagai gaya bebas Australia hingga tahun 1950, ketika ia diperpendek menjadi gaya bebas saja, secara teknik dikenal sebagai front crawl. Olimpiade tahun 1904 di St. Louis meliputi perlombaan 50 yard, 100 yard, 220 yard, 440 yard, 880 yard dan satu mil gaya bebas, 100 yard gaya punggung dan 440 yard gaya dada, dan 4*50 yard gaya bebas beranting (lihat juga renang olimpiade musim panas tahun 1904).

Perlombaan ini membedakan antara gaya dada dengan gaya bebas, sehingga sekarang ada dua gaya yang ditetapkan (gaya dada dan gaya punggung) dan gaya bebas, dimana sebagian besar orang berenang dengan gaya Trudgen. Perlombaan ini juga menggambarkan kompetisi untuk lompat jauh, dimana jarak tanpa berenang, setelah melompat kedalam kolam renang diukur.

Pada tahun 1907 perenang Annette Kellerman dari Australia mengunjungi Amerika Serikat sebagai "penari balet dalam air", versi lain dari penyelarasan renang, menyelam kedalam tangki gelas. Dia ditangkap karena mempertontonkan hal yang tidak sopan, dimana baju renangnya menampakkan lengan, kaki dan leher.

Kellerman merubah baju renangnya menjadi berlengan panjang, celana yang lebih panjang, serta kerah, namun tetap mempertahankan pakaian ketatnya yang menampakkan bentuk tubuh di bawahnya. Dia kemudian membintangi beberapa film, salah satunya tentang kehidupan pribadinya. Pada tahun 1908, asosiasi renang dunia Federasi Renang Amatir Internasional (FINA/Federation Internationale de Natation de Amateur) dibentuk.

Seiring dengan perkembangan olahraga renang, renang semakin popular. Penggemar renang semakin bertambah. Bahkan, seringkali anak-anak diajarkan renang pada usia sangat dini.
»»  READMORE...

Search

Followers

Statistik

BillyBola.com. Diberdayakan oleh Blogger.

Pageview